new-logonew-logonew-logonew-logo
+34 459 596 302
✕
Published by hamim on 3 Mei 2012
Categories
  • Tape compo
Tags
  • ABL
  • Apple MacBook Pro
  • atas
  • cara cara
  • CRT
  • Kabel
  • Nikon SpeedLight SB-800
  • papan PCB polos
  • perbaikan player dvd vitron
  • Televisi LG 29FL1RL
Pemasangan full amplifier dengan hasil maksimal

Merakit amplifier mungkin tidaklah sulit mengingat tata cara untuk instalasinya sudah di sertakan di papan pcb-nya ( ada keterangan teks area ). Pengetahuan nama komponen dan tata cara pemasangan di PCB harus diketahui supaya semua komponen yang dipasang sesuai, bila semuanya sudah benar ada beberapa masalah yang sering dijumpai setelah perakitan selesai .

Permasalahan itu diantaranya :

  1. Timbul suara dengung dari speaker walaupun setelan volume kondisi minimum.
  2. Timbul konsleting di rangkaian amplifier saat dipasang ke boxnya.
  3.  Timbul suara noise dari media speaker.

Hal-hal seperti ini memang kerap kali muncul jika salah menempatkan beberapa kabel, untuk penyambungan sistem output maupun input. Kali ini saya coba memberikan contoh dimana teman  sudah merakit amplifiernya cuma terganjal masalah setelah terpasang di box . Box amplifier menggunakan papan dengan panel control memakai alumunium, sayaa coba menyempurnakan untuk mendapatkan hasil yang maksimum.

Amplifier setelah pemasangan full pada box dengan hasil maksimum:

Pemasangan full amplifier dengan hasil maksimal

1 2 3
Share
0
hamim
hamim
tips ,trik,servis,elektronik yang kita tuliskan adalah pengalaman kerja kita sehari-hari semoga bisa bermanfaat , apabila ada kesulitan atau kurang jelas silahkan tinggalkan komentar anda....

Related posts

14 Januari 2012

Televisi Samsung CS21C511CL No Chanel


Read more

469 Comments

  1. anderson berkata:
    18 November 2013 pukul 23:20

    sudah saya kiirm yh mas ke fg mas hamim

  2. kaka berkata:
    21 November 2013 pukul 16:10

    lagi sibuk mas

    • hamim berkata:
      21 November 2013 pukul 16:44

      ya sibuk engk sibuk mas kaka,,, memang kerjaannya bgini setiap hari… ada apa ya ?

      • eghi.cellular berkata:
        26 Februari 2014 pukul 05:35

        power amplifer mobil untuk di rumahan pakai berapa amper ya untuk ngangkat tuh amplifer

        • hamim berkata:
          26 Februari 2014 pukul 09:20

          sudah dibalas via email

  3. eghi.cellular berkata:
    26 Februari 2014 pukul 05:29

    mas hamim,, mau tanya nih ttg power amplifer

    • hamim berkata:
      26 Februari 2014 pukul 09:20

      sudah dibalas via email

  4. anderson berkata:
    15 Maret 2014 pukul 08:59

    pagi mas… saya mau nanya lg ni
    saya ada amplifier mixxing kalo di nyalakan suara sebelah kanan gak keluar mas.

    • hamim berkata:
      15 Maret 2014 pukul 12:52

      periksa potensio volume biasanya ada disitu penyebabnya dan satu lagi switch selector bila digunakan untuk input

  5. YASIRISNAN berkata:
    29 Maret 2014 pukul 16:58

    Permisi gan,
    Saya orang baru masuk, mau nanya, power amp dengan tegangan catu +30 dan GND (0), sementara tone controlnya dengan tegangan catu +15, GND, -15, mengambil dari satu trafo, sekunder trafo yang 5A untuk power amp dan 500mA untuk tone controlnya, akibatnya terjadi dengung. Selama ini saya atasi dengan nambah trafo kecil terpisah 500mA tapi jadi makan tempat. Mohon solusi agar bisa diambil dari satu trafo saja.
    Terima kasih

    • hamim berkata:
      29 Maret 2014 pukul 17:04

      Trafo model CT atau O dan di output trafo apakah ada keluaran lain ? contoh 24-18-12-CT-12-18-24

  6. YASIRISNAN berkata:
    29 Maret 2014 pukul 17:15

    Trafo model CT, ada variasi tegangan lain di 5Ampere-nya ada 18, 20, 25, 32. Kemudian di sekunder 500Amp-nya CT juga sampai 15V

  7. YASIRISNAN berkata:
    29 Maret 2014 pukul 17:26

    Maksudnya yang 5Amp-nya saya ambil kanan kiri 18V (agar full power ampere yg didapat), dan dihasilkan 0 dan 39V, lalu di sekunder 500mA yang di sisi lain di bawah input AC, saya ambil 15-CT-15 untuk tone controlnya. Salah kah? Gimana tepatnya agar sip?

    • hamim berkata:
      29 Maret 2014 pukul 17:37

      itu sudah benar mas,,, tidak ada yang salah…. tinggal area tone control apakah sudah tersedia sistem regulator ? pakai ic 78/79

  8. YASIRISNAN berkata:
    29 Maret 2014 pukul 17:47

    Ada regulator 7815 dan 7915 komplit. Tapi tetap dengung. Kalau beda trafo, bagus, halus sekali. Saya rasa masalahnya nol-nya ampli kan didapat setelah dioda (bukan dari CT), sedangkan nol-nya tone control didapat dari CT meskipun tidak satu titik (beda sekunder) tapi masih satu trafo. Nah ini yang saya bingung harusnya bagaimana sirkuitnya ya gan?

    • hamim berkata:
      29 Maret 2014 pukul 17:53

      Tidak ada masalah untuk ground dengan dioda atau tanpa dioda,, disitu pakai fan ?

  9. YASIRISNAN berkata:
    29 Maret 2014 pukul 18:01

    Apa tidak masalah ketika ground PA dari diode bridge, lalu tone control dari CT sekunder kedua, lalu keduanya ketemu di hubungan output-input? Seperti loop grounding gitu gan..

    • hamim berkata:
      29 Maret 2014 pukul 18:07

      tidak mas… selama tidak satu jalur … kita juga sering mengadopsi sistem ini jika memang terbentur untuk memperoleh output tegangan supaya lebih besar. Sekarang bila terjadi dengung coba diukur tegangan di area sistem regulator tone ,,, dengan ic 7815 dan 7915 maka input yang harus dimasukkan adalah 18-24 volt dc

  10. YASIRISNAN berkata:
    29 Maret 2014 pukul 18:12

    Tidak pakai fan, karena pendinginnya sudah cukup besar (hanya untuk IC STK439).
    Apa tidak masalah ketika ground PA dari diode bridge, lalu tone control dari CT sekunder kedua, lalu keduanya ketemu di hubungan output-input? Seperti loop grounding gitu gan..

    • hamim berkata:
      29 Maret 2014 pukul 18:19

      tidak mas,,,

← Older Comments
Newer Comments →
© 2026 | Hamim Servis Elektronik All Rights Reserved | Betheme by Muffin group | Powered by WordPress