tips and trik servis elektronik

September 20, 2014 12:50 am
Tulisan Terbaru
Home » Belajar elektronik » Transistor Untuk Sistem Regulator Televisi

Transistor Untuk Sistem Regulator Televisi

Transistor Untuk Sistem Regulator Televisi,

Transistor biasa digunakan pada sistem regulator, tapi tidak semuanya menggunakan sistem ini mengingat sudah banyak keluaran dalam bentuk IC. Sebenarnya jika diuraikan IC tersebut adalah Transistor juga cuma didalamnya sudah dipasangkan komponen tambahan. Misalnya IC regulator 7805 maka didalamnya sudah dipasangkan resistor serta dioda zener sehingga output tegangan dari IC tersebut menjadi 5 volt.

Penggunaan transistor yang tidak memikirkan berapa besar arus yang harus di supply menjadikan transistor tersebut menjadi jenuh, dampak lamanya mungkin akan membuat kerusakan pada transistor tersebut. Dalam sistem regulator televisi ada beberapa yang masih menggunakan sistem regulator menggunakan transistor, dimana transistor yang dipergunakan tidak sesuai dengan keperluaannya alias kurang.

Ada komponen yang dapat membuat penahan supaya transistor agak kuat yaitu resistor seperti kita ketahui fungsi resistor adalah membatasi arus yang masuk ke transistor-nya. Pemasangan pada kaki colector menjadikan resistor sebagai penahan arus ketika transistor tersebut bekerja.

Dari jenuh-nya transistor membuat tegangan output dari emitor menjadi drop, dari sini semua rangkaian pastinya tidak akan bisa berfungsi. Hal -hal yang mesti di perhitungkan dalam penggantian transistor untuk sistem regulator adalah dengan melihat beban yang terpasang. Kita ada contoh yaitu pada mainboard televisi merk Votre dimana menggunakan transistor type S8050 , karena penggunaan type ini menjadikan televisi sering hidup-mati.

Tampilan mainboard televisi merk Votre ada pada gambar berikut :

 

Sebagai transistor pengganti bisa kita gunakan type Tip31 , disini mesti kita rubah posisi kakinya. Posisi kaki transistor S8050 adalah :

1 Emitor /dari kiri

2 Basis / tengah

3 Colector/kanan

Sedangkan transistor Tip 31 adalah :

1 Basis

2 Colector

3 Emitor

Jadi tinggal kita samakan saja, dengan penggunaan transistor yang lebih besar menjadikan kekuatannya lebih baik. Hal ini bisa kita aplikasikan sesuai dengan kebutuhan tentunya.

About hamim

tips ,trik,servis,elektronik yang kita tuliskan adalah pengalaman kerja kita sehari-hari semoga bisa bermanfaat , apabila ada kesulitan atau kurang jelas silahkan tinggalkan komentar anda....

One comment

  1. asolole joss…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

114 queries in 0,432 seconds.