tips and trik servis elektronik

September 22, 2014 11:13 pm
Home » Media oprek » Amplifier » Penggantian Transistor Amplifier

Penggantian Transistor Amplifier

Amplifier yang pada umumnya selalu menggunakan Transistor sebagai penguat Akhirnya, banyak menemui kerusakan pada komponen tersebut. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa hal diantaranya:

1 Tegangan supply yang melebihi batas maksimum , maksudnya terlalu besar tegangan supply yang kita berikan untuk Amplifier-nya

2 Penggunaan Transistor yang tidak bagus, Hal ini sangat menentukan mengingat sekarang banyak sekali transistor dengan harga yang murah.

3 Pemakaian beban yang berlebihan.

Dari contoh diatas kini kita coba ambil pilihan no 2 , Disini kita coba mengganti Transistor Tip 41 dan Tip 42 yang ada pada Amplifier yang mengalami kerusakan. Type transistor pengganti kita gunakan type 2SA 1941 dan 2SC 5198, untuk mengaplikasikan transistor ini kedalam rangkaian power amplifier ternyata menemui hambatan.

Rangkaian power amplifier yang mengalami kerusakan menggunakan sistem Bias untuk driver , jadi setelah kita coba ganti transistor yang mengalami kerusakan dengan transistor yang baru temperatur transistor yang baru langsung mendadak naik. Segera kita cek tegangan driver untuk Transistor yang berada di level 1,35 volt .

Sebelum kita melangkah ke tahap berikutnya, inilah model rangkaian power amplifier-nya :

Untuk menurunkan tegangan driver kita coba dengan memutar trimpot yang ada pada rangkaian power amplifier, tapi hasilnya tidak ada perubahan sedikitpun alias sama saja. Tampilan trimpot bisa kita lihat pada gambar berikut:

Segera kita periksa transistor driver awal yang menggunakan type 2SA 1013 dan 2SC 2383 yang pada kaki emitornya diberi Resistor 120?, hasil pengukuran transistor masih dalam keadaan baik. Tegangan output dari transistor ini nantinya akan diberikan ke transistor 2SA 1941 dan 2SC 5198.

Rupanya setelah kita periksa lebih lanjut karakter transistor 2SA1013 dan 2SC2383 mempunyai output yang kurang stabil, Disini kita ganti transistor 2SA 1013 dengan Tip 32 dan 2SC 2383 dengan Tip 31. Selanjutnya kita hubungkan output dari Tip 31 dan Tip 32 ke 2SA 1941 dan 2SC 5198, hasilnya Alhamdulillah tegangan driver sudah berada di level 0,65 volt. Amplifier sudah dapat kita pergunakan kembali dengan temperatur transistor yang stabil, sesuai dengan porsi pemakaian.

Hasil akhir tampak pada gambar berikut:

About hamim

tips ,trik,servis,elektronik yang kita tuliskan adalah pengalaman kerja kita sehari-hari semoga bisa bermanfaat , apabila ada kesulitan atau kurang jelas silahkan tinggalkan komentar anda....

2 comments

  1. pak numpang tanya sya perbaiki toa 1121 ganti tr c5198 sya ganti 1 buah krna rusak ,,stlah sya ganti saya cba hidupkan dan hidup ,,,tp ktka d cba pke mic ,,trnya panas dan skring putus,,…untuk r nya d skitar tr msh ok,,,mohon pncrahanaya pak,,,terima kasih sblum nya,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>