Monday 27 April 2015
DATASHEET :

Merakit Amplifier

Merakit amplifier mungkin tidaklah sulit mengingat tata cara untuk instalasinya sudah di sertakan di mainboard-nya. Paling ada sesuatu yang kurang, dimana ada permasalahan yang timbul setelah perakitan selesai misalnya:

1 Timbul suara dengung dari speaker walaupun setelan volume kondisi minimum.

2 Timbul konslet setelah pada mainboard amplifier ketika di pasangkan.

3 Timbul suara desis dari speaker.

Hal-hal seperti ini memang kerap kali muncul jika kita salah menempatkan beberapa kabel, untuk koneksi output maupun input. Kali ini kita coba memberikan contoh dimana teman kita sudah merakit amplifier-nya cuma terganjal masalah setelah pemasangan pada body . Body amplifier menggunakan papan dengan panel memakai alumunium, kita coba menyempurnakan untuk mendapatkan hasil yang maksimum.

Amplifier setelah pemasangan full pada body dengan hasil maksimum:

Pemasangan full amplifier dengan hasil maksimal

Langkah yang harus kita perhatikan sebelum merakit amplifier diantaranya:

1 Periksa alumunium pendingin apakah baut pengikat terhubung dengan salah satu jalur tegangan. Mengapa harus kita lakukan? Body amplifier membutuhkan Ground maka alumunium pendingin Transistor amplifier harus bebas dari sumber tegangan, jika iya maka akan timbul konslet .

Dalam kasus kali ini memang terjadi konslet karena Alumunium pendingin terhubung dengan salah satu tegangan supply, penanganan hanya dengan memutuskan jalur yang terhubung dengan baut dan menggunakan kabel untuk menjumpernya. Model mainboard amplifier-nya adalah seperti ada pada gambar berikut:

model amplifier

2 Periksa tegangan supply untuk amplifier , pada amplifier ini membutuhkan tegangan [+40 volt ] ground [-40 volt ] jadi pemasangan jangan sampai terbalik , efek yang dihasilkan tentunya sangat fatal. Untuk ini kita hanya tinggal menyamakan saja dengan petunjuk yang tertera pada mainboard. Model regulator yang digunakan pada amplifier tampak pada gambar berikut:

regulator amplifier

3 Periksa regulator untuk Tone control, tegangan supply untuk ini adalah [ +15 volt ] ground [ – 15 volt ] . Trafo yang mensupply tegangan untuk ini tidak sesuai, dimana cuma ada 9 volt AC. Alhamdulillahnya tegangan out AC-nya model CT jadi kita bisa menghilangkan fungsi CT dengan memakai 9 volt AC X 2 maka akan dihasilkan tegangan 18 volt AC jika dijadikan DC bisa mencapai 26 volt.

Model regulator untuk tone control:

Regulator tone control untuk Amplifier

Untuk pemasangan pada PCB adalah dengan melepaskan CT dan menggantikan dengan output 9 volt AC, dan pada regulator ini juga harus kita pasangkan Capasitor untuk output tegangan-nya karena tidak di sertakan pada PCB-nya. Efek yang dihasilkan jika tidak kita tambahkan Capasitor adalah suara Desis.

4 Periksa kabel untuk kabel output Speaker, pemasangan kabel untuk Ground speaker kita ambil dari mainboard langsung . Jika kita ambil dari regulator untuk amplifier hasil yang kita dapatkan adalah suara dengung. Untuk fungsi ground tidak boleh 2 arah jadi jika sudah didapatkan pada line input mainboard amplifier yang terhubung dengan tone control maka untuk pemasangan ground untuk sasis kita ambil dari tone tersebut. Model tone control tampak pada gambar berikut:

tone control untuk amplifier

Dari semua langkah-langkah yang sudah kita terapkan Alhamdulillah perakitan amplifier selesai sudah, hasil yang kita dapatkan amplifier berfungsi dengan baik tidak ada efek-efek yang menggangu telinga seperti desis,dengung.

Enhanced by Zemanta
469 Comments