10
2012
Belajar Servis Televisi
Belajar servis televisi
Kali ini kita coba berbagi pengalaman tentang tata cara perbaikan televisi yang secara kasat mata bisa di lihat, hal ini memang tidak memerlukan ke ahlian karena dengan penglihatan yang bagus kita sudah dapat memastikan tingkat kerusakan yang terjadi pada televisi. Pada dasarnya rangkaian elektronik dengan konsep apapun sudah pasti mempunyai kelemahan, paling utama adalah temperatur atau panas.
Dari asfek ini saja sudah banyak menimbulkan kerusakan, dari gambar yang tidak keluar atau mungkin mati-total. Untuk pembelajaran bagi pemula yang paling awal hanya melihat dengan teliti titik-titik timah solder yang ada mainboard, ini sangat di perlukan sekali mengingat ada beberapa titik yang memang rentan terjadi keretakkan.
Tingkat temperatur yang memang sangat tinggi ketika sedang bekerja, berdampak dengan timah dimana sebagai penghubung dapat terlepas dari mainboard. Dari sini mulailah terjadi begitu banyak masalah, dan penyelesaiannya hanya dengan menyolder ulang pada titik-titik yang mengalami keretakkan.
Kita ada contoh dengan kasus kerusakan karena retaknya timah solder, tampilan mainboardnya bisa dilihat pada gambar berikut:
Poin awal ada pada bagian Ic vertikal, kalau diperhatihkan dengan seksama ada keretakkan disini, seperti ini kalau dilihat lebih dekat:
Selanjutnya pada rangkaian regulator, disini menggunakan model transistor dengan tanpa pendingin. Seperti ini tampaknya :
Berikutnya pada bagian dioda untuk regulator tegangan Dc power supply, seperti ini tampaknya :
Dari sekian tahapan yang sudah kita lakukan kini televisi sudah dapat berfungsi kembali , tanpa memerlukan komponen pengganti karena memang tidak ada komponen yang mengalami kerusakan. Semuanya di sebabkan oleh timah solder yang tidak terhubung dengan baik ke mainboard-nya.
Belajar memperbaiki televisi memang memerlukan pengetahuan secara detail tentang komponen yang dipergunakan, terutama tingkat resiko yang mesti di pertimbangkan dalam usaha perbaikan mengingat aliran listrik yang ada pada rangkaian televisi. Paling bahaya ada pada bagian output playback/ HV dalam beberapa keluaran televisi memang sudah di lengkapi dengan pembuangan arus secara otomatis.
Tapi tidak semuanya memberlakukan model tersebut, untuk ini kita bisa membuangnya secara manual dengan menggunakan kabel ground CRT ke output playback/HV. Seperti ini contohnya :
Hal ini kita lakukan apabila ingin mengganti playback yang mengalami kerusakan,, intinya jaga-jaga.
Related Posts
Leave a comment
Sering dibaca
- Amplifier OCL Dengan Transistor Power Sanken 31 comment(s) | 5,882 view(s) | | posted on July 24, 2012
- Merakit Amplifier 218 comment(s) | 3,164 view(s) | | posted on May 3, 2012
- DVD Player : Cara Perbaikan 12 comment(s) | 1,863 view(s) | | posted on January 28, 2012
- LCD TV Sharp Aquos “LC-32L4071″ Mode K , No Signal 58 comment(s) | 1,643 view(s) | | posted on February 20, 2012
- Transistor 2N3055 0 comment(s) | 1,639 view(s) | | posted on May 21, 2012
Categories
- Belajar elektronik (48)
- Media oprek (24)
- Amplifier (6)
- Power supply (9)
- DVD player (2)
- Televisi (6)
- My project (3)
- Review (10)
- Store (1)
- Amazon (1)
- Tape mobil (1)
- Tips & Trik (279)
- Computer (11)
- Monitor (1)
- Double din (2)
- DVD player (37)
- Facsimile (2)
- Flash foto (7)
- LCD tv (15)
- Mixer (4)
- Playstation (4)
- Power amplifier (12)
- Single disc (5)
- Tape compo (16)
- Television (155)
- Video cassette recorder (1)
- Computer (11)
- Uncategorized (2)
Recent Comments
- hamim on Merakit Amplifier
- afri on Merakit Amplifier
- hamim on Merakit Amplifier
- afri on Merakit Amplifier
- hamim on LCD TV Toshiba 32PB10E Ganti Logicboard
- awi on LCD TV Toshiba 32PB10E Ganti Logicboard
- hamim on Tape Compo Polytron FX862 DVD Player No Disc
- Abdul Rahim on Tape Compo Polytron FX862 DVD Player No Disc

An article by












